Minggu, 06 Juni 2021
Sabtu, 05 Juni 2021
Aljabar Boolean
A. Definisi Aljabar Boolean
Definisi 7.1 ( LIP92 )
Misalkan B adalah himpunan yang didefinisikan pada dua operator biner, + dan ., dan sebuah operator uner, '. Misalkan 0 dan 1 adalah dua elemen yang berbeda dari B. Maka, tupel
(B, +, ·, ’) disebut Aljabar Boolean jika untuk setiap a, b, c Î B berlaku aksioma-aksioma atau postulat Huntington berikut:
1. Identitas :(i) a +
0 = a
(ii)
a · 1 = a
2. Komutatif :(i) a +
b = b + a
(ii) a · b
= b · a
3. Distributif :(i) a · (b + c) = (a·b) + (a · c)
(ii) a +
(b · c) = (a + b) · (a
+ c)
4. Komplemen :(i) a +
a’ = 1
(ii) a · a’ = 0
Elemen 0 dan 1 adalah dua elemen unik yang di dalam B. 0 disebut terkucil dan 1 disebut elemen tersebar. Kedua elemen dapat berbeda- beda pada beberapa aljabar Boolean, namun secara umum kita tetap menggunakan 0 dan 1 sebagai dua elem unik yang berbeda. Elemen 0 disebut elem zero, sedangkan elemen 1 disebut elemen unit. Operator + disebut operator penjumlahan, . disebut operator perkalian, dan ‘ disebut operator komplemen
Untuk mempunyai sebuah
aljabar Boolean, harus diperlihatkan:
1.
Elemen-elemen himpunan B,
2.
Kaidah operasi untuk
operator biner dan operator uner,
3. Memenuhi postulat Huntington.
B. Prinsip Dualitas
Misalkan
S adalah kesamaan (identity) di dalam aljabar Boolean yang
melibatkan operator +, ·, dan komplemen, maka jika
pernyataan S* diperoleh dengan cara
mengganti
· dengan
+
+ dengan
·
0 dengan
1
1 dengan
0
dan
membiarkan operator komplemen tetap apa adanya, maka kesamaan S* juga benar. S* disebut sebagai dual
dari S.
C. Hukum-hukum
Aljabar Boolean
|
1.Hukum
identitas: i. a + 0 = a ii.a × 1 = a |
2. Hukum idempoten: i.
a + a = a ii. a × a = a |
|
3. Hukum komplemen: i. a + a’ = 1 ii. aa’ = 0 |
4. Hukum dominansi: i. a × 0 = 0 ii. a + 1 = 1 |
|
5. Hukum involusi: i.
(a’)’ = a |
6.
Hukum penyerapan: i.
a + ab = a ii. a(a + b) = a |
|
7. Hukum komutatif: i.
a + b = b + a ii. ab = ba |
8. Hukum asosiatif: i.
a + (b + c) = (a + b) + c ii. a (b c) = (a b)
c |
|
9. Hukum distributif: i.
a + (b c)
= (a + b) (a + c) ii. a (b + c) = a b
+ a c |
10.
Hukum De Morgan: i.
(a
+ b)’ = a’b’ ii. (ab)’ = a’ + b’ |
|
11.
Hukum 0/1 i.
0’ = 1 ii. 1’ =
0 |
|
D. Fungsi Boolean
Fungsi
Boolean (disebut juga fungsi biner) adalah pemetaan dari Bn
ke B melalui ekspresi Boolean, kita menuliskannya sebagai
f : Bn ®
B
yang dalam
hal ini Bn adalah himpunan yang beranggotakan pasangan
terurut ganda-n (ordered n-tuple) di dalam daerah asal B.
Setiap
ekspresi Boolean tidak lain merupakan fungsi Boolean.
Misalkan sebuah fungsi Boolean adalah
f(x,
y, z) = xyz + x’y + y’z
Fungsi f memetakan nilai-nilai pasangan terurut
ganda-3
(x, y, z) ke himpunan {0, 1}.
Setiap peubah di dalam fungsi Boolean, termasuk dalam bentuk
komplemennya, disebut literal.
Contoh: Fungsi h(x, y, z) = xyz’ pada contoh di atas terdiri dari 3
buah literal, yaitu x, y, dan z’.
Selain
secara aljabar, fungsi Boolean juga dapat dinyatakan dengan table kebenaran dan
dengan rangkaian logika. Tabel kebenaran berisi nilai-nilai fungsi untuk semua
kombinasi nilai-nilai peubahnya.
Jika
fungsi Boolean dinyatakan dengan table kebenaran, maka untuk fungsi Boolean
dengan n buah peubah, kombinasi dari nilai peubah-peubahnya adalah sebanyak
1. Untuk peubah pertama, isi 4 baris pertama
pada kolom pertama dengan sebuah 0 dan 4 baris selanjutnya dengan sebuah 1
berturut-turut.
2. Untuk peubah kedua, isi2 baris
pertama pada kolom kedua dengan 0 dan 2 baris berikutnya dengan 1, 2 baris
berikutnya dengan 0 lagi, dan 2 baris terakhir dengan 1.
3. Untuk peubah ketiga, isi kolom
ketiga secara berselang seling dengan 0 dan 1 mulai baris pertama sampai baris
terakhir.
E. Bentuk Kanonik
Ada
dua macam bentuk kanonik:
1. Penjumlahan dari hasil kali (sum-of-product atau
SOP)
2. Perkalian dari hasil jumlah (product-of-sum atau POS)
Cara
membentuk mainterm dan maxtrem dari table kebenaran di bawah. Untuk mainterm, setiap peuba yang
bernilai 0 dinyatakan dalam bentuk komplemen, sedangkan peubah yang bernilai 1
dinyatakan tanpa komplemen. Sebaliknya, untuk maxterm, setiap peubah yang
bernilai 0 dinyatakan tanpa komplemen, sedangkan peubah yang bernilai 1
dinyatakan dalam bentuk komolemen.
Kadang
– kadang mainterm dilambangkan sebagai huruf m kecil berindeks. Indeks
menyatakan nilai decimal dari string biner yang merepresentasikan term.
misalnya pada term dengan 2 peubah x dan y, indeks 0 pada
Maxterm
dilambangkan sebagi huruf M besar indeks. Indeks menyatakan nilai decimal dari
string biner yang merepresentasikan x + y. Misalnya pada term dengan 2 peubah x
dan y, indeks 0 pada
Qiuz Matematika Diskrit
Quiz Matematika Diskrit ( Aljabar Boolean )
-
A. Definisi Aljabar Boolean Definisi 7.1 ( LIP92 ) Misalkan B adalah himpunan yang didefinisikan pada dua operator ...
-
Quiz Matematika Diskrit ( Aljabar Boolean )

